Jumat, 15 Februari 2013

Teknologi di Iran

Kupu-kupu: Pesawat Pengintai Canggih Terbaru Buatan Iran

Pesawat tanpa awak baru, yang diberi nama Shaparak (Butterfly), memiliki radius operasional maksimum 50 kilometer (31 mil), dan ketinggian penerbangan maksimum 15.000 kaki (4.572 meter)

Pakar penerbangan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran kembali berhasil menunjukkan kepada dunia internasional, kalau tekanan embargo dan sanksi AS serta Euni Eropa tidak berpengaruh atas pertahanan Iran.

Diberitakan, para insinyur aeronautika Iran berhasil memproduksi pesawat baru jenis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang memiliki kemampuan tinggi dan dilengkapi dengan fitur serbaguna untuk memenuhi target. Press TV melaporkan, Jumat, 17/03/12.

Reza Danandeh Hakamabad, insinyur aeronautika yang bertanggung jawab atas proyek mengatakan, pesawat tanpa awak baru, yang diberi nama Shaparak (Butterfly), memiliki radius operasional maksimum 50 kilometer (31 mil), dan ketinggian penerbangan maksimum 15.000 kaki (4.572 meter).

Pesawat ini mampu terbang tiga setengah jam non-stop dan dapat membawa beban 8-kilogram (17 pon).

Dijelakannya, pesawat tanpa awak ini didukung oleh mesin dua silinder, dan dilengkapi dengan tiga warna kamera digital yang dapat mengirimkan rekaman gambar dan video target dengan resolusi tinggi.

Danandeh Hakamabad mencatat bahwa Shahparak drone ini, selain mampu melakukan misi militer seperti pengintaian dan penyerangan, dapat pula melakukan berbagai fungsi lain seperti, patroli perbatasan, pemantauan hutan dan lalu lintas jalan, pencarian dan penyelamatan, pemantauan pipa serta transportasi.

Selama beberapa tahun terakhir ini, Iran telah mengembangkan sejumlah varian dari pesawat tanpa awak (UAV) Ababil produksi dalam negeri dengan kontrol kendali jarak jauh dengan misi pengintaian dan pengawasan jarak menengah pada Ababil-5, dan varian lain untuk misi serangan jarak pendek dan menengah Ababil-T, Ababil-B dan-S.

Sesaat setelah pertemuan dengan kabinet di ibukota, Tehran, 29 Januari lalu, Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan Republik Islam segera menerbangkan sebuah pesawat pengintai canggih produksi dalam negeri yang diproduksi oleh Angkatan Laut Iran.

Pesawat patroli maritim baru yang memiliki durasi penerbangan tinggi, memungkinkan untuk menjaga wilayah maritim di bawah pengawasan, melalui subsistem optik dan radar.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah membuat prestasi besar di bidang pertahanan dan memperoleh kemandirian dalam perangkat keras militer penting dan sistem pertahanan.

Iran telah berulang kali meyakinkan negara-negara lain, terutama tetangga regional, bahwa kekuatan militernya tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara lain, dan doktrin pertahanannya semata-mata didasarkan pada pencegahan.

sumber : http://blogkonspirasi.blogspot.com/2012/03/kupu-kupu-pesawat-pengintai-canggih.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar